Showing posts with label Healthy Life. Show all posts
Showing posts with label Healthy Life. Show all posts

Tuesday, June 18, 2013

Studi: WC Jongkok Lebih Sehat Ketimbang WC Duduk

vemale.com



Berbicara tentang BAB atau buang air besar memang tidak ada habisnya. Ada banyak faktor yang perlu menjadi perhatian serius saat BAB, mulai dari kebersihan tempat, cara membersihkan, hingga posisi saat BAB.

Menjaga kebersihan diri saat BAB penting dilakukan agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Ada dua jenis WC yang banyak digunakan masyarakat dunia untuk BAB, yaitu WC jongkok dan WC duduk.

WC duduk biasa digunakan masyarakat Eropa dan Amerika, sedangkan WC jongkok lebih populer di benua Asia, Afrika, dan sebagian wilayah Eropa. Lantas, manakah yang sebenarnya lebih menguntungkan bagi kesehatan, WC duduk atau WC jongkok?

Sebuah penelitian oleh Dr. Dov Sikirov yang diterbitkan dalam Journal Digestive Diseases and Sciences menyebutkan bahwa menggunakan WC jongkok jauh lebih sehat ketimbang menggunakan WC duduk.

Pasalnya, pada saat seseorang jongkok, posisi usus besar lurus dan otot puborecatlismelemas. Otot puborecatlis adalah otot yang menahan agar tinja tidak keluar saat berdiri, sehingga proses BAB menjadi lebih mudah.

Sedangkan saat BAB dengan posisi duduk, otot puborecatlis tidak melemas dengan sempurna sehingga harus mengejan lebih keras agar tinja bisa keluar.

Ditambah lagi permukaan kulit yang menempel pada WC duduk berpotensi terpapar bakteri atau kuman yang ada di permukaan WC duduk tersebut. Apalagi jika WC duduk tersebut menjadi fasilitas umum yang digunakan banyak orang.

So, silahkan tentukan sendiri, WC jongkok atau WC duduk?


(df/yel)
Source: DuniaFitnes.com

Rasanya Manis, Tetapi Ternyata Ia Jahat

Vemale.com




Banyak orang menggemari rasa gula yang manis. Tak peduli anak-anak atau orang dewasa, seperti terbius oleh rasa manisnya gula. Gula ini ditemukan pada beragam produk, mulai dari makanan hingga minuman. Memanjakan dengan rasanya yang membuat seseorang bahagia.
Sebenarnya, ada beberapa manfaat gula yang dapat dipetik oleh manusia, namun ternyata gula ini menyimpan sejuta kejahatan pada tubuh Anda. Inilah kejahatan tersebut...

Gula memicu penuaan dini
Mereka yang gemar mengonsumsi gula cenderung mengalami penuaan dini, yang terlihat melalui kulitnya. Umumnya kulit mudah sekali terserang jerawat, berkerut, keriput, serta memiliki noda hitam.

Memicu kegemukan
Mereka yang gemar mengonsumsi makanan manis ini juga biasanya harus double melakukan usaha pembakaran kalori. Dan apabila tidak dilakukan, baik jerawat maupun kegemukan akan menjadi problem yang ramah bagi mereka.

Gula tidak punya nutrisi
Tak ada kandungan nutrisi di dalam gula. Gula hanyalah memberikan rasa manis pada makanan yang dikonsumsi. Energi juga sebenarnya diperoleh dari kalori, bukan gula.

Gula bahaya bagi liver
Apabila dikonsumsi terlalu berlebihan, fruktosa akan langsung menyerang liver, di mana hal ini akan menyebabkan liver sakit. Gula hanya akan membuat liver tercemar dan kehilangan kemampuan menyaring makanan.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan seseorang menderita diabetes tipe 2, mengalami kegemukan atau sakit liver.

Gula refinasi mengandung bahan kimia
Gula refinasi, atau yang diproduksi oleh pabrik umumnya membawa aneka bahan kimia lain yang bisa jadi berbahaya untuk tubuh. Misalnya saja pemutih, gula yang warnanya sangat putih seringkali memang diproduksi dengan pemutih agar warnanya lebih menarik.

Menyebabkan kolesterol tinggi
Gula tak hanya mempengaruhi kadar insulin di dalam darah, tetapi juga meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Untuk itu, mereka yang menderita diabetes tipe 2 biasanya dianjurkan menggantikan asupan gula dari tebu dengan gula dari jagung.

Gula merusak metabolisme tubuh
Sudah terbukti bahwa gula dapat merusak metabolisme tubuh. Saat asupan gula dikurangi, cenderung berat badan akan lebih ideal serta tubuh tidak mudah jatuh sakit.
Berhati-hati dan lebih bijaksana memilih menu makanan ya ladies, jangan sampai karena terlalu doyan akan gula, kesehatan Anda menjadi taruhannya.

Wednesday, June 12, 2013

Apa Itu Jam Biologis Tubuh?








Tubuh memiliki jam biologis berfungsi untuk mengatur apa yang harus dilakukan tubuh sepanjang hari agar bekerja sesuai ritme yang telah ditentukan. Jam biologis ini berfungsi mengatur kapan tubuh harus beristirahat, kapan tubuh memerlukan makanan atau kegiatan lainnya yang dilakukan tubuh selama 24 jam, mulai dari jantung, usus hingga sistem hormonal mengalami perubahan sejak pagi hari hingga tengah malam.

Berikut ini beberapa perubahan ritme tubuh yang terjadi sepanjang hari, seperti dikutip dari Slimseeker, Senin (18/4/2011).

Pukul 1-2 dinihari: Fase tidur paling lelap
Pada jam-jam tersebut, aktivitas berbagai sistem organ banyak yang diistirahatkan. Namun bagi yang hamil, produksi progesteron akan meningkat sehingga peluang untuk melahirkan pada tengah malam selalu lebih tinggi.

Pukul 4-5 pagi: Suhu tubuh paling rendah

Pukul 5-6 pagi: Peningkatan tekanan darah paling tajam
Produksi melatonin atau hormon yang memicu rasa kantuk mulai berhenti, sementara tekanan darah meningkat paling tajam dibandingkan waktu lainnya. Produksi kortisol atau hormon stres meningkat sehingga otak siap untuk bekerja seharian, namun peningkatannya tidak sampai memicu stres.

Pukul 7 pagi: Hormon seks meningkat
Peningkatan testosteron pada pria maupun wanita terjadi pada pagi hari, sehingga mampu membangkitkan gairah seks. Karena itu, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta.

Pukul 8 pagi: Pergerakan usus meningkat
Jam ini cocok untuk buang air besar (BAB) pada pagi hari. Karena pada jam ini adalah proses alamiah, yakni terjadi pergerakan usus paling tinggi pada waktu tersebut. Pengukuran berat badan paling akurat dilakukan pada pagi hari setelah buang air besar.

Pukul 9 pagi: Metabolisme paling tinggi
Waktu yang tepat untuk sarapan pagi adalah sekitar pukul 9 karena ada peningkatan metabolisme. Artinya lemak-lemak yang diserap dari makanan pada waktu-waktu tersebut tidak akan banyak yang menumpuk.

Pukul 10-11 siang: Kewaspadaan tinggi
Ibarat mesin diesel, tubuh dan pikiran sudah panas dan mencapai kondisi ideal untuk beraktivitas saat menjelang siang. Tingkat kewaspadaan tinggi, jarang ada yang mengantuk kecuali memang sedang kurang tidur.

Pukul 11-2 siang: Stres meningkat
Jeda istirahat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk menyegarkan diri. Makan siang di luar bisa menyegarkan pikiran, sekaligus membiarkan tubuh terkena sinar matahari yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pukul 2-3 siang: Koordinasi terbaik
Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking paling cocok dilakukan pada siang hari, karena kemampuan otak untuk melakukan koordinasi berada pada titik tertinggi. Di sisi lain, proses pencernaan makanan belum selesai sehingga kemampuan fisik agak berkurang.

Pukul 3-5 sore: Denyut jantung paling stabil
Jika ingin berolahraga, sore hari adalah waktu paling tepat karena level adrenalin berada di level tertinggi. Selain itu, denyut jantung dan tekanan darah paling stabil sehingga cocok untuk melakukan aktivitas fisik.

Pukul 5-8 sore: Proses pembuangan racun
Fungsi hati dalam memproses racun-racun sisa metabolisme paling tinggi pada sore hari, sehingga perlu didukung dengan minum air putih. Keinginan untuk ngemil juga tinggi karena kemampuan indra penciuman (hidung) dan perasa (lidah) meningkat.

Pukul 8-10 malam: Metabolisme dan pergerakan usus berkurang
Karena aktivitas fisik berkurang, maka pembakaran energi tidak banyak terjadi di malam hari. Artinya jika makan di malam hari, maka cadangan energi yang disimpan dalam bentuk lemak juga akan semakin banyak.

Pukul 10-11 malam: Hormon seks meningkat lagi
Dibandingkan pagi hari, peningkatan libido atau gairah seks pada malam hari tidak terlalu tinggi karena secara fisik sudah kelelahan. Namun peluang terjadinya ovulasi dan pembuahan paling tinggi pada hubungan seks malam hari menjelang tidur ketimbang pagi hari.

Tuesday, June 4, 2013

Kapan Waktu Terbaik untuk Otak?





Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?

Seperti dikutip dari Health.MSN, ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu:

Jam 7-9 pagi: Saat terbaik untuk meningkatkan semangat dan gairah
"Waktu tersebut merupakan saat yang sempurna untuk meningkatkan ikatan dengan pasangan ketika baru bangun tidur," ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf dari Rockefeller University.

Hal ini karena kadar hormon oksitosin (hormon cinta) berada di level tertinggi setelah bangun tidur. Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan orang-orang yang paling penting dalam hidup. Peneliti Inggris menuturkan bahwa kadar oksitosin pada laki-laki akan berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu.

Jam 9 pagi sampai 11 siang: Saat terbaik untuk kreativitas
Pada waktu tersebut otak memiliki hormon kortisol (hormon stres) yang cukup, sehingga dapat membantu memfokuskan pikiran dan hal ini tidak dipengaruhi oleh usia berapapun.

Saat ini merupakan waktu yang prima untuk belajar serta mengerjakan tugas yang membutuhkan analisa dan konsentrasi. Karena itu saatnya mengembangkan ide baru, membuat presentasi atau melakukan brainstorming.

Jam 11 sampai jam 2 siang: Saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit
Peneliti Jerman menuturkan saat tersebut hormon melatonin (hormon tidur) telah menurun tajam, sehingga tubuh lebih siap untuk mengerjakan beban proyek atau pekerjaan yang sulit dan keras.

Namun sebaiknya tetap tidak melakukan beberapa tugas secara bersamaan, karena akan membuat seseorang kehilngan konsentrasi. Karena itu saatnya melakukan presentasi atau melakukan tugas yang berat lainnya.

Jam 2-3 siang: Saat terbaik untuk beristirahat
Untuk mencerna makan siang, maka tubuh akan menarik darah dari otak ke perut, kondisi ini akan membuat asupan darah atau oksigen ke otak sedikit berkurang yang membuat seseorang jadi mengantuk. Untuk itu cobalah beristirahat sebentar dari pekerjaan.

Jika tetap harus bekerja dan melawan kantuk, cobalah berjalan-jalan sebentar, melakukan meditasi atau minum air putih. Hal ini bisa meningkatkan volume vaskuler dan sirkulasi sehingga meningkatkan aliran darah ke otak.

Jam 3 siang sampai 6 sore: Saat terbaik untuk kolaborasi
"Pada saat sekarang otak akan merasa sangat lelah," ujar Paul Nussbaum, PhD, seorang neuropsikolog klinis. Karena itu tak ada salahnya untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau melakukan kegiatan yang berbeda. Meskipun otak tidak setajam waktu sebelumnya, tapi seseorang akan merasa lebih santai dan tekanan tubuhnya juga lebih rendah.

Jam 6 sore sampai 8 malam: Saat terbaik untuk melakukan tugas-tugas pribadi
Diantara jam tersebut, peneliti menemukan bahwa otak sudah masuk dalam tahap 'pemeliharaan', yaitu ketika produksi melatonin masih berada di level rendah.

Tak ada salahnya untuk berjalan-jalan seorang diri atau bersama teman-teman, menyiapkan makan malam atau menikmati waktu yang berkualitas bersama anggota keluarga.

Jam 8-10 malam: Saat terbaik untuk bersantai
Pada saat ini ada transisi dari kondisi terjaga menjadi mengantuk, karena kadar hormon melatonin akan meningkat cepat. Sementara itu kadar serotonin (neurotransmitter yang berhubungan dengan semangat) akan memudar.

Rubin Naiman, PhD spesialis masalah tidur dari University of Arizona's Center for Integrative Medicine menuturkan sekitar 80 persen serotonin akan dirangsang dari paparan sinar matahari, sehingga jika matahari tenggelam kadar dalam dalam tubuh juga berkurang.

"Pada malam hari ketika otak sudah lelah, merupakan cara terbaik untuk membuat tubuh menjadi santai seperti menonton film lucu, merajut atau melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh santai atau rileks," ujar Naiman.

Jam 10 malam ke atas: Saat terbaik untuk tidur dan menunda segala kegiatan
Saat ini merupakan waktunya istirahat malam dan tidur, pengaturan cahaya akan dapat membantu membiarkan otak beristirahat. Setelah beberapa jam, otak akan siap kembali untuk memulai aktivitas baru.

Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup sebanyak 7-8 jam, sehingga bisa mendapatkan kesehatan dan energi yang optimal di pagi hari.

Fakta Tentang Otak Manusia





Seberapa besar pemahaman Anda tentang otak? Tentunya semua sepakat bahwa otak adalah pusat koordinasi, kecerdasan dan tempat menyimpan segala bentuk ingatan. Ternyata ada hal lain tentang otak yang bisa bikin tercengang.

Seperti dikutip dari MSN Health, ada fakta-fakta lain yang mengejutkan dari otak:

1. Bola mata adalah perpanjangan dari otak
Seandainya tengkorak manusia dibuka lalu otaknya dikeluarkan dengan hati-hati, bisa dipastikan bola mata akan ikut tertarik keluar dari tempatnya. Ini dikarenakan otak terhubung secara langsung dengan kedua bola mata melalui lobus di belakang bola mata.

Berbeda dengan keempat indera lain yang terhubung ke otak melalui sistem saraf yang berbelit-belit, indera penglihatan punya jalur khusus ke otak yang langsung memproses bayangan dan cahaya yang ditangkap oleh retina.

2. Operasi otak bisa dilakukan saat pasien dalam keadaan sadar
Pada penderita tumor otak dan kejang karena epilepsi, dokter bisa mengoperasi otak pasien sambil mengajaknya berbicara. Cara ini lebih diyakini aman dan akurat dalam memetakan bagian otak mana yang mengalami masalah, dalam kaitannya dengan kontrol penglihatan, kemampuan berbahasa dan gerak tubuh.

3. Otak tidak bisa merasakan sakit
Operasi otak bisa dilakukan saat pasien dalam kondisi sadar karena tidak ada satupun penerima rangsang nyeri di otak. Otak tidak memiliki sistem untuk mendeteksi suhu, tekanan dan bahkan kerusakan jaringan.

Pada penderita tumor atau kista di otak, sebenarnya nyeri terjadi bukan pada otak. Tekanan yang timbul tidak menyakiti otak, tetapi sebenarnya rangsang nyeri terjadi pada jaringan dan pembuluh darah yang berada di sekitar otak.

4. Otak sangat rakus akan oksigen
Meskipun komposisi otak hanya 2 persen dari total massa tubuh, bagian ini menghabiskan total 20 persen kebutuhan oksigen. Artinya, seperlima dari suplai oksigen yang masuk saat bernapas akan langsung lari ke otak.

Hal ini juga yang menyebabkan otak rentan mengalami kerusakan pada kondisi kekurangan oksigen. Jika sama sekali tidak mendapat suplai oksigen dalam waktu 4 menit saja, sel-sel otak akan mulai mengalami kematian.

5. Otak membuat manusia tidak bisa menggelitik dirinya sendiri
Manusia gampang sekali geli jika digelitik orang lain, tapi jika menggelitik dirinya sendiri malah tidak geli. Ini karena otak bisa membedakan sentuhan dari tubuh atau orang lain.

Bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengenali sentuhan itu adalah bagian kecil yang dinamakan cerebellum. Ketika saraf mengirim sinyal adanya sentuhan dari bagian tubuh sendiri, cerebellum akan mengirimkan sinyal balasan untuk mengabaikan rangsang tersebut sehingga tidak akan terasa geli.

6. Otak juga bisa ditipu
Teknologi Ilusi Optik adalah salah satu contoh bagaimana otak sangat mudah untuk ditipu. Ilusi optik telah menjadi permainan yang mengasyikkan dan membantu memahami hal-hal yang sebelumnya tampak ajaib.

Misalnya gambar titik-titik dengan pola tertentu, jika dilihat dari sudut yang berubah-ubah akan tampak seperti sedang bergerak-gerak. Contoh lainnya adalah deretan garis sejajar yang tampak tidak sejajar dengan adanya pola tertentu yang mengacaukan penafsiran otak terhadap bayangan gambar tersebut.

Awas! Radiasi Ponsel Bisa Buat Anak Hiperaktif





Bagi Anda yang tengah mengandung, sebaiknya kurangi pemakaian ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

Sebuah penelitian dilakukan oleh peneliti di Universitas California, Amerika Serikat (UCLA) terhadap 13.000 anak di usia sekolah. 
Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa anak yang lahir dari ibu yang sering memakai ponsel saat kehamilannya memiliki gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit mengontrol emosinya. Selain itu anak-anak tersebut juga memiliki kesulitan dalam bersosialisasi dengan temannya.
Dari penelitian itu ditemukan 54 persen dari  anak-anak tersebut lahir dari ibu yang sering menggunakan ponsel saat kehamilannya.

Seperti dikutip  dari The Independent, 
- 80 persen dari anak-anak tadi menderita gangguan perilaku. 
- 25 persen dari mereka memiliki kesulitan dalam mengontrol emosinya. 
- 34 persen dari mereka memiliki kesulitan bersosialisasi dan 
- 35 persen dari anak-anak itu hiperaktif.
 
Hal tersebut disebabkan oleh radiasi dari ponsel yang dapat menyebabkan gangguan dalam pertumbuhan biologis janin saat di dalam kandungan. Untuk itu disarankan untuk para ibu hamil untuk mengurangi frekuensinya memakai ponsel.